Syarat Pengajuan Karpeg, Karis/Karsu

KARTU PEGAWAI, KARTU SUAMI DAN KARTU ISTERI

A. LANDASAN HUKUM

  1. Keputusan Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 1994 tentang Penetapan Kartu Pegawai Negeri Sipil
  2. Surat Edaran Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 48/SE/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil

B. PENGERTIAN

  1. Kartu pegawai (Karpeg) adalah kartu identitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku selama yang bersangkutan menjadi Pegawai Negeri Sipil
  2. Kartu Istri (Karis) adalah kartu identitas istri Pegawai Negeri Sipil
  3. Kartu Suami (Karsu) adalah kartu identitas suami Pegawai Negeri Sipil

C. KARTU PEGAWAI

  1. Karpeg diberikan kepada pegawai yang sudah berstatus sebagai PNS dan selama masih berstatus CPNS tidak diberikan Karpeg.
  2. Karpeg berlaku selama menjadi PNS
  3. Persyaratan pengajuan Karpeg sebagai berikut:
    1. Surat Pengantar permohonan dari Perangkat Daerah
    2. Pas foto hitam putih berseragam Pakaian Dinas Harian Khaki ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (dibelakang foto dituliskan nama dan NIP pemohon)
    3. Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS)
    4. Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (SK PNS)

D. KARTU SUAMI/KARTU ISTRI

  1. Setiap Istri PNS diberikan Karis dan Suami PNS diberikan Karsu.
  2. Karis/Karsu berlaku selama menjadi Isteri/Suami sah dari PNS.
  3. Apabila seorang Pegawai Negeri Sipil berhenti sebagai PNS tanpa hak pensiun, maka Karis/Karsu yang telah diberikan kepada Isteri/Suami PNS dengan sendirinya tidak berlaku lagi.
  4. Apabila seorang Isteri/Suami PNS bercerai, maka Karis/Karsu yang telah diberikan dengan sendirinya tidak berlaku tetapi apabila rujuk/kawin kembali, maka Karis/Karsu dengan sendirinya berlaku kembali.
  5. Apabila PNS berhenti dengan hormat dengan hak pensiun, maka Karis/Karsu yang telah diberikan kepada Isteri/Suaminya tetap berlaku, dan apabila PNS atau Pensiunan PNS meninggal dunia, maka Karis/Karsu tetap berlaku selama masih ada janda/duda/anak yang berhak atas pensiun.
  6. Karis/Karsu berfungsi sebagai bukti pendaftaran Isteri/Suami sah PNS.
  7. Persyaratan pengajuan Karis/Karsu sebagai berikut:
    • Surat Pengantar permohonan dari Perangkat Daerah
    • Pas foto dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. untuk Karis : pas foto berwarna Isteri background merah berukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (dibelakang foto dituliskan nama Istri dan nama pemohon)
      2. untuk Karsu : pas foto berwarna suami background biru berukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (dibelakang foto dituliskan nama Suami dan nama pemohon)
    • Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS)
    • Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (SK PNS)
    • Akta Nikah
    • Laporan Perkawinan (blanko dapat diunduh disini)
    • Surat kematian (opsional) apabila pernikahan kedua dan seterusnya
    • Surat cerai (opsional) apabila pernikahan kedua dan seterusnya

     8. Persyaratan penggantian Karis/Karsu yang hilang sebagai berikut:

    • Surat Pengantar permohonan dari Perangkat Daerah
    • Surat keterangan kehilangan dari kepolisian (asli)
    • Pas foto dengan ketentuan sebagai berikut:
      1. untuk Karis : pas foto berwarna Isteri background merah berukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (dibelakang foto dituliskan nama Istri dan nama pemohon)
      2. untuk Karsu : pas foto berwarna suami background biru berukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (dibelakang foto dituliskan nama Suami dan nama pemohon)
    • Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS)
    • Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (SK PNS)
    • Akta Nikah
    • Laporan Perkawinan
    • Surat kematian apabila pernikahan kedua dan seterusnya (opsional)
    • Surat cerai apabila pernikahan kedua dan seterusnya (opsional)