Sudahkah Anda Persiapkan Masa Pensiun?

Kamis, 22 Juli 2010 00:49:02 - Oleh :

Banyak sekali orang yang lupa mempersiapkan masa pensiunnya. Mereka biasanya baru tersadar harus mempersiapkan masa pensiun setelah dekat dengan usia pensiun. Berdasarkan survey yang dilakukan di negara-negara maju, hanya 5% orang berusia 60 tahun ke atas yang mampu hidup mandiri, sisanya harus bergantung pada orang lain ataupun masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Masyarakat Indonesia pada khususnya, sangat mengandalkan pihak lain untuk masa pensiun, ini terlihat dari banyaknya orang yang mengajukan diri untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) karena (salah satunya) berharap pemerintah akan menjamin hidup mereka setelah pensiun nanti. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pemerintah sanggup menjamin dana pensiun yang semakin lama semakin membesar? Apakah dana pensiun tersebut sanggup menghidupi kita nantinya?

Banyak orang yang baru mempersiapkan dana pensiun mulai 3-5 tahun menjelang usia pensiun. Dengan logika sederhana, semakin lama seseorang menyiapkan masa pensiunnya, semakin kecil juga jumlah dana yang tersimpan untuk dana pensiun.
Kalau kita mulai menabung sejak umur 25 tahun dan kemudian merencanakan pensiun umur 55 tahun, maka kita punya waktu 30 tahun untuk mengakumulasikan dana pensiun. Dana ini bisa dipakai dalam sebuah instrument investasi yang memberikan hasil rata-rata 20% setiap tahunnya (beberapa instrument investasi malah memberikan hasil rata-rata di atas 20% setahun), maka pada saat kita berusia 55 tahun, total tabungan kita sudah berjumlah sekitar 2.3 M.

Kalau kita sudah berumur 45 tahun maka hanya ada 10 tahun untuk mempersiapkan dana pensiun. Dengan target yang sama yaitu sebesar 2.3 M dan instrument investasi yang sama, kita perlu menabung sebesar Rp 6.3 juta / bulan.
Jadi, semakin lama menunda persiapan pensiun, maka semakin besar pula biaya penundaan tersebut. Karena itu, mulailah mencari instrument investasi yang cocok buat Anda, entah itu menabung, berdeposito, reksadana, obligasi, maupun investasi lainnya.

source : www.jawaban.com

« Kembali | Kirim | Versi cetak